Berita  

BKKBN Banten Gelar Berbagi Bersama Anak Yatim Keluarga Risiko Stunting (KRS)Perkuat Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Serang, 18 Februari 2026 — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga/BKKBN Banten menggelar kegiatan “Berbagi Bersama Anak Yatim Keluarga Risiko Stunting (KRS)” yang dilaksanakan di Aula Kidang Kencana Perwakilan BKKBN Provinsi Banten.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus komitmen Kemendukbangga/BKKBN Banten dalam memperkuat aspek pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari Keluarga Risiko Stunting (KRS). Momentum menyambut Ramadhan 1447 Hijriyah dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan empati, mempererat kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dalam mendukung keluarga berisiko stunting.

Plt. Kepala Perwakilan Kemedukbangga/BKKBN Banten sebagai Pembantu Mentri Kependudukan dan Pembangunan Kekuarga/BKKBN menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, kegiatan ini turut melibatkan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Qalamul Umran Indonesia dan Laskar Merah Putih Banten sebagai mitra dalam penyaluran santunan kepada 35 orang anak-anak yatim dari keluarga risiko stunting

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim KRS dilanjutkan dengan siraman rohani yang memberikan penguatan spiritual dan motivasi dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu secara materiil, tetapi juga memberikan dukungan moral serta semangat bagi keluarga penerima manfaat dalam menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh keberkahan.

Melalui kegiatan ini, BKKBN Banten menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga melalui penguatan 8 Fungsi Keluarga, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini sebagai investasi jangka panjang pembangunan bangsa.

Red