Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di tahun 2026 dengan mengoptimalkan budi daya maggot di Intermediate Treatment Facility (ITF) Jatiuwung. Budi daya maggot ini telah berhasil mengolah 10-15 ton sampah organik setiap harinya menjadi produk turunan kompos berkualitas tinggi.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Iwan, menyatakan bahwa program pengolahan sampah organik di ITF Jatiuwung telah memberikan hasil yang luar biasa. “Kami bisa mengolah puluhan ton sampah organik lewat budi daya maggot menjadi kompos organik yang bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Tangerang,” ujarnya.

Pengolahan sampah organik dan budi daya maggot di ITF Jatiuwung juga berkontribusi besar dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Hal ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis yang efektif untuk memperpanjang masa layak operasional TPA Rawa Kucing.
Pemkot Tangerang menargetkan peningkatan kapasitas penyerapan sampah organik di tahun 2026, sehingga sampah organik yang masuk ke TPA Rawa Kucing bisa berkurang secara signifikan. Dengan demikian, diharapkan lingkungan Kota Tangerang dapat menjadi lebih bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
Red












