Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kota Tangerang Tahun 2025–2029, yang dibuka oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin. Workshop ini bertujuan untuk menyusun strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Wali Kota Sachrudin menekankan pentingnya perencanaan yang berbasis data aktual dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama keberhasilan kebijakan pengentasan kemiskinan. “RPKD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi panduan strategis yang akan menentukan arah kebijakan dan intervensi pemerintah daerah,” tegas Sachrudin.
Sachrudin menambahkan bahwa kompleksitas persoalan kemiskinan menuntut pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, mencakup aspek pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, hingga perlindungan sosial. Program seperti Beasiswa Tangerang Cerdas, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan usaha mikro, hingga Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinilai sebagai intervensi strategis yang perlu dikawal secara berkelanjutan.
Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan Program 3G (Gampang Kerja, Gampang Sekolah, dan Gampang Sembako) sebagai instrumen utama pembangunan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. menghujamkan bahwa workshop ini menjadi ruang konsolidasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi, memperkuat basis data, serta menyelaraskan program penanggulangan kemiskinan agar lebih tepat sasaran dalam lima tahun mendatang.
Dengan perencanaan yang matang, berbasis data, serta kolaborasi yang kuat, Wali Kota Tangerang, berharap upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Tangerang dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
MUSTAKIM

